Tugas 3 Februari 2023

1. Apa itu layer 7 protokol pada mikrotik?

2. Jelaskan fitur direct, web proxy pada mikrotik

3. Jelaskan protokol pada firewall mikrotik

4. Jelaskan fungsi login page

5. Jelaskan station wireless (station, ap bridge, dll)

6. Jelaskan apa itu SSID

Jawaban

1. Layer 7 Protocol adalah sebuah metode untuk mencari pola dalam ICMP / TCP / UDP stream, atau istilah lainnya regex pattern. Cara kerja Layer 7 adalah mencocokan (mathcer) 10 paket koneksi pertama atau 2KB koneksi pertama dan mencari pola data yang sesuai dengan yang tersedia.
2. web proxy adalah server yang nantinya akan menjadi perantara antara user dengan web server di Internet.
direct memiliki fungsi untuk menambahkan fitur untuk menuju langsung ke website
3. -ICMP
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
-IGMP
Internet Group Message Protocol (IGMP) adalah protokol  yang mengelola keanggotaan grup.
Protokol IGMP memberikan informasi router-router multicast tentang status keanggotaan dari host (router) yang terkoneksi ke network.
-GGP
Gateway-to-Gateway Protocol (GGP) router inti yang memiliki informasi lengkap mengenai router inti lain. tabel routingnya berupa peta, dimana network-network Autonomous System terhubung pada router inti. Router inti tidak memiliki informasi detail mengenai routing internal di dalam Autonomous System.
-IP-ENCAP
Protokol ini menyediakan mekanisme untuk merangkum header IP dengan header IP luar untuk tunneling. Dan ip akan di enkapsulasikan sehingga aman dari serangan hacker
-ST
Internet Streaming Protocol (ST) adalah keluarga protokol eksperimental pertama kali didefinisikan dalam percobaan internet IEN 119, dan kemudian secara substansi di revisi dalam RFC 1190 dan RFC 1819
-TCP
TCP ( Transmission Control Protocol) adalah suatu protokol yang berada dilapisan transport (lapisan ke empat dari model OSI) yang berorientasi sambungan (connection – oriented) dan dapat diandalkan (reliable).
-EGP
Exterior Gateway Protocol (EGP) merupakan protokol yang mengumumkan kepadaAutonomous System yang lain tentang jaringan yang berada dibawahnya, maka jika sebuahAutonomous System ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka mereka harus melaluinya sebagai router utama.
-PUP
PARC Universal Packet (PUP) adalah salah satu protokol internetwork yang diciptakan oleh para peneliti di Xerox PARC.
-UDP
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
-HMP
Host Monitoring Protocol (HMP) adalah protokol yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari host di berbagai jaringan.
-XNS-IDP
Xerox Network Services (umum XNS) adalah sebuah protokol suite promulgated oleh Xerox, yang disediakan routing dan pengiriman paket, serta fungsi tingkat tinggi seperti streaming yang handal, dan jauh prosedur panggilan
-RDP
Reliable Data Protocol ( RDP ) adalah protokol transport yang handal ditujukan untuk mengefisensi transfer data , dan pengendalian aplikasi.
4. Berfungsi sebagai Autentikasi/Perizinan yang hanya dimiliki oleh user yang memiliki hak untuk menggunakan jaringan tersebut.
5. -Mode Alignment Only
Mode Alignment only, biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper /buzzer pada RouterBoard, sebagai contoh kita bisa menambahkan script dimana ketika mendapatkan sinyal bagus maka beeper akan berbunyi.
-Mode AP-Bridge
Mode AP-bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan PTMP (Point To Multi Point), mode ini bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode AP-Bridge ini perangkat Routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.
-Mode Bridge
Mode bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani  satu client atau disebut juga dengan PTP (Point To Point), mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3, sebagai contoh untuk type produk Embedded 5.xGHz jenis SXT-5HnD yang hanya memiliki license level 3, kita bisa membuat koneksi point to point dengan menggunakan 2 buah perangkat tersebut.
-Mode Nstreme dual slave
Pada dasarnya mekanisme kerja pada interface wireless adalah half duplex, akan tetapi dengan menggunakan mode ini kita dapat mengaktifkan mekanisme kerja full duplex, mode ini  merupakan proprietary didalam wireless mikrotik, tentunya kita juga membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router mikrotik
-Mode Station
Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan efisien jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging
-Mode Station-Bridge
Mode Station-Bridge merupakan mode pada interface wireless yang berfungsi sebagai penerima / client dan support untuk bridge network, perlu di ketahui bahwa untuk mode ini hanya bisa digunakan apabila perangkat AP nya Mikrotik juga.
-Mode Station-Psudobridge
Mode Station-Pseudobridge merupakan pengembangan dari Mode Station standar, sama-sama menjadikan wireless sebagai penerima/client, perbedaannya adalah pada Mode Station-Pseudobridge support untuk membuat network yang sifatnya Bridge Network, Di dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi dimana untuk bridging pada L2 tidak bisa dilakukan secara penuh, dalam artian mac-address sebuah perangkat yang berada di bawah perangkat wireless (PC end user) tidak terbaca pada sisi Access Point.
-Mode Station-WDS
Mode Station-WDS berfungsi sebagai penerima/client dari sebuah Access Point yang mengaktifkan protocol WDS, Kekurangan protokol WDS adalah penurunan throughput wireless hingga 50%, perlu diketahui bahwa antara vendor yang satu dengan vendor yang lain fungsi WDS belum tentu compatible, begitu juga dengan WDS pada mikrotik.
-Mode WDS-Slave
Mode WDS-Slave ini berfungsi sebagai pemancar (Access Point) sekaligus sebagai penerima (Station) atau disebut juga dengan repeater, Mode ini merupakan salah satu solusi apabila ingin membangun sebuah repeater tetapi perangkat yang dimiliki hanya menggunakan 1 card wireless card.
6. SSID adalah Service Set Identifier atau jaringan. Jika melihat dari kepanjangannya, SSID dapat diartikan sebagai sebuah jaringan yang harus ada pada WiFi. Dengan begitu, komputer yang ingin terhubung pada jaringan wireless akan melihat ke dalam beacon untuk mengetahui SSID dari jaringan mana yang dihubungi.

Komentar